Bangunan Pintar mesra alam di putrajaya

Suruhanjaya Tenagaterletak di Presint 2 memiliki reka bentuk seperti berlian dan tampil dengan ciri-ciri teknologi hijau yang mengagumkan. Bangunan ini memiliki 8 lantai. Bangunan berlian ini menggunakan unsur kontemporer dan modern.

Responsif Bangunan Terhadap Matahari

Pencahayaan alami yang dihasilkan melalui pantulan kaca (fasade bangunan) sebesar 50%. Sistem pencahayaan fasade terdiri dari lightshelf cermin dengan mengecat putih pada ambang jendela.Keduanya membelokkan cahaya matahari ke langit-langit berwarna putih untuk meningkatkan distribusi daylight sampai 5 meter dari facade ditambah 2 meter dari ruang koridor. Louvres putih tetap dengan atas permukaan cermin di sisi atas dipasang dengan sudut 30° diatas lightshelf untuk perlindungan silau sementara masih cahaya akan dibelokkan ke langit-langit. Untuk kualitas cahaya ke dalam ruangan, langit-langit dan lantai diberi jarak 3,7 m.

          Dari bentuk fasad yang miring, memungkinkan untuk sinar matahari di pantulkan oleh landscape yang kemudian diteruskan kedalam ruangan, yang mengopyimalkan penggunaan cahaya alami sebagai penerangan pada siang hari. Dan panas sinar matahari langsung juga sudah berkurang akibat pantulan cahaya dari landscape ke dalam bangunan.

Untuk lebih mengoptimalkan pencahayaan alami di dalam bangunan, Inti (Core) dari bangunan adalah atrium tengah besar yang dirancang untuk  mengatur pencahayaan alami menggunakan ” sistem roller blind” otomatis yang tanggap terhadap intensitas serta sudut insiden sinar matahari. Sehingga memungkinkan cahaya yang masuk sesuai dengan kebutuhan, yaitu tidak terlalu terang dan juga tidak terlalu gelap.

Responsif Bangunan terhadap Suhu

Pada bangunan ini, bentuk fasad dan material fasad digunakan untuk mengurangi panas sinar matahari langsung kedalam bangunan. Meskipun seluruh fasad bangunan ini ditutupi dari kaca namun sinar matahri tidak dapat langsung menembus ke dalam bangunan, karena pada bangunan ini menggunakan material kaca lutsinar yang mana material ini memecah sinar matahari dan mengurangi intensitas cahaya yang masuk ke dalam.

Hal ini juga didukung oleh bentuk fasad yang miring, sehingga memungkinkan pantulan cahaya dari landscape masuk kedalam bangunan untuk mengoptimalkan pencahayaan alami, yang mana panas sinar matahari telah berkurang oleh pantulan dari landscape.

Responsif Bangunan terhadap Tapak

Bangunan ST Diamond Building yang terletak di Presint II memiliki bentuk fasad seperti berlian dan menampilkan cirri-ciri teknologi hijau yang mengagumkan. Bangunan ini terdiri dari 8 lantai. Pada landscape nya sudah memberikan identitas yang menarik dengan menampilkan unsure tanaman seperti serai wangi, keladi dan sebagainya. Pada bagian atap diterapkan greenroof.

Bentuk unik dari Gedung Diamond dirancang sesuai dengan iklim dan arah matahari dari khatulistiwa bagian Malaysia . Studi matahari menunjukkan bahwa pada bagian Utara dan Selatan fasad, dibuat miring sampai 25 derajat guna untuk meminimalkan suhu panas dari sinar matahari langsung , hal ini juga diterapkan pada bagian Timur dan Barat. Di samping itu untuk memaksimalkan penggunaan pencahayaan, atrium tengah bangunan difungsikan sebagai area masuknya pencahayaan alami.

Elemen Bangunan

Elemen Atap

Penerapan arsitektur hijau pada bangunan ini sangat maksimal, terlihat juga dari penggunaangreenroof. Di samping itu bangunan ini juga menggunakan Photovoltec untuk cadangan energy listrik.

Photovoltec yang digunakan menghasilkan sekitar 10% dari bangunan. Penempatan photovoltec pada bangunan ini yaitu pada sisi utara, selatan, timur, dan barat. Penerapan teknologi hijau mengharuskan bangunan ini menggunakan tenaga listrik sebanyak 46 % dan 35 % untuk air.Konfigurasi piramida terbalik Diamond Building bermanfaat sebagai ruang atap yang lebih luas untuk panel surya dan bagian permukaan tanah lebih luas untuk tanaman hijau.

Pada bagian atas bangunan juga terdapat bagian untuk menampung air hujan,yang kemudian disimpan didalam tangki air. Air hujan yang dikumpul dari kawasan bumbung bangunan akan disalurkan ke dalam empat buah tangki air yang setiap satu tangki mempunyai kapasitas 9.000 liter. Air tersebut digunakan untuk menyiram tanaman dan bunga hiasan di luar dan diatap bangunan.

  Untuk menjaga tanaman dan rumput yang ada di atap, bangunan ini menggunakan pipa pendingin, dan juga air hujan dari atap disalurkan melalui pipa untuk menyiram tanaman dan rumput di atapdan juga di sekeliling bangunan.

 Elemen Dinding

            Bangunan berlian ini dilengkapi dengan cermin lutsinar yang merupakan teknik pencahayaan untuk ruang dalam sekaligus meminimumkan penggunaan lampu elektrik. Kaca Lutsinar merupakan kepingan kaca yang dilapisi logam dengan beberapa dozen ketebalan atom-atom. Kaca ini memasukkan cahaya kedalam ruangan dan menyaring hawa panas. Kaca ini juga memiliki kelebihan yaitu orang dari dalam bangunan dapat melihat keluar dan orang dari luar bangunan tidak dapat melihat kedalam.



Pencahayaan alami yang dihasilkan melalui pantulan kaca (fasade bangunan) sebesar 50%. Sistem pencahayaan fasade terdiri dari lightshelf cermin dengan mengecat putih pada ambang jendela.Keduanya membelokkan cahaya matahari ke langit-langit berwarna putih untuk meningkatkan distribusi daylight sampai 5 meter dari facade ditambah 2 meter dari ruang koridor. Louvres putih tetap dengan atas permukaan cermin di sisi atas dipasang dengan sudut 30 ° tiltatas lightshelf untuk perlindungan silau sementara masih cahaya akan dibelokkan ke langit-langit. Untuk kualitas cahaya ke dalam ruangan, langit-langit dan lantai diberi jarak 3,7 m.

Landscape

Disamping sebagai penghijauan dan hiasan sekitar bangunan, tanaman ini juga berfungsi sebagai penyejuk di area bangunan, terlihat bahwa pada setiap lahan sekitar bangunan ditanami bermacam-macam tumbuhan.